Tomohon

2020, Kepsek di Tomohon Tak Miliki NUKS Terancam Dicopot

Kadis Dikbut Tomohon, Dolvin Karwur.

TOMOHON, liputankawanua.com — Tahun 2020 mendatang, Kepala Sekolah (Kepsek) yang ditugaskan di Kota Tomohon diharuskan sudah memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS).

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tomohon, Dolvin Karwur kepada sejumlah wartawan, di Anugerah Hall Tomohon, Selasa (5/11) 2019.

“Ya, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), ASN yang menjabat sebagai Kepsek harus memiliki NUKS yang diperoleh setelah mengikuti pendidikan Calon Kepala Sekolah (Cakep). Peraturan tersebut akan diterapkan di Kota Tomohon mulai bulan April Tahun 2020 nanti,” ungkap Dolvin.

Karena, lanjut dia, jika jabatan Kepsek tersebut diduduki oleh yang belum memiliki NUKS, sekolahnya tidak bisa menerima dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS). “Selain tidak bisa menandatangani pencarian dana BOS, juga tidak bisa melakukan penginputan dapodik untuk melakukan pembayaran bantuan maupun tunjangan sertifikasi,” jelas mantan Kadis Keuangan Pemkot Tomohon tersebut.

Menurutnya, untuk saat ini ada sebagian  Kepsek yang belum memiliki NUKS menjadi peserta pendidikan Cakep. Namun, kata dia, tidak semuanya menjadi peserta, karena ada kriteria yang diharuskan untuk menjadi peserta Cakep. “Untuk Kepsek yang tidak mengikuti Cakep, secara otomatis akan gugur dengan sendirinya, karena yang bersangkutan tidak masuk dalam daftar Cakep yang data NUKSnya diisi dalam dapodik,” terangnya.

“Jika memang ada sekolah seperti sekolah swasta memaksakan japatan Kepsek diduduki oleh ASN yang belum memiliki NUKS, pastinya harus menerima konsekuensinya,” tukas Dolvin.

Penulis: Terry Wagiu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top