Tomohon

Alfamidi di Matani Beroperasi, Masyarakat Tomohon Dikecewakan

Alfamidi yang terletak di seputaran Tugu Tololiu, nampak beroperasi.

TOMOHON, liputankawanua.com — Beroperasnya Toko Modern yakni Alfamidi menimbulkan kekecewaan dari sejumlah masyarakat Kota Tomohon. Pasalnya, meski pemerintah sudah menyatakan bahwa usaha tersebut tidak mengantongi izin, namun Alfamidi yang terletak di seputaran tugu Tololiu Matani ini tetap dioperasikan.

Jemmy Mokoagouw yang diketahui sebagai Ketua Harian Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tomohon pun angkat bicara mengenai hal tersebut. Menurutnya, ketegasan pemerintah kota terkait Ijin Usaha Toko Modern (IUTM) lemah. “Kan menurut pemerintah usaha ritel modern Alfamidi tersebut tidak ada ijin, kenapa dibiarkan beroperasi,” tegas Mokoagouw, Kamis (25/4) 2019.

Ketua Harian KNPI Tomohon Jemmy Mokoagouw.

Dikatakannya bahwa, saat ini masyarakat dibuat bertanya-tanya mengenai kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon dalam hal ini Dinas terkait. “Jangan-jangan ijin sudah ada tapi sengaja disembunyikan kepada kami sebagai masyarakat,” ujar Mokoagouw.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Tomohon Ruddie Lengkong mengatakan bahwa, pihaknya memang belum mengeluarkan surat rekomendasi untuk Alfamidi tersebut. “Sampai saat ini saya belum pernah tanda tangani rekomendasi. Urusan ijin sekarang sudah harus melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terlebih dahulu. Nanti, dari mereka yang akan mendistribusikan kepada kami dokumennya, kemudian tinggal dicek apakah sudah memenuhi syarat-syaratnya baru kami rekomendasi,” terangnya.

Hal senada disampaikan Kepala DPMPTSP Tomohon Ervinz Liuw, bahwa pihak Alfamidi belum melengkapi dokumennya sehingga Ijin Usaha Toko Modern atau IUTM-nya belum keluar. “Kalau untuk ijin lainnya termasuk rekomendasi dari Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) sudah tidak ada masalah. Tapi, untuk ijin usaha atau IUTM memang belum keluar. Soalnya, mereka harus mengisi Nomor Induk Berusaha (NIB) dulu lewat aplikasi OSS, kemudian kami distribusi dokumennya ke dinas-dinas terkait termasuk Disperindag untuk meminta rekomendasi. Ketika sudah ada rekomendasinya baru saya bisa tanda tangan untuk beroperasi,” tuturnya.

Liuw menegaskan akan mengimbau ke pihak Alfamidi untuk jangan dulu melakukan jual beli hingga seluruh ijinnya sudah beres. “Saya akan mengimbau kepada mereka agar jangan dulu beroperasi dan bersabar dulu sampai sudah ada ijinnya. Karena, sebelum ada ijin usahanya tidak bisa melakukan transaksi jual beli,” tukasnya.

Dari pantauan media ini, meski sudah dinyatakan oleh pemerintah tidak mempunyai ijin, Alfamidi yang lokasinya terletak di perempatan jalan masuk Rumah Sakit Gunung Maria itu, sudah beroperasi sejak Rabu pagi. Serta sudah melakukan transaksi jual beli sampai berita ini diterbitkan.

Penulis: Terry Wagiu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top