Hukrim

Ini Kronologi Kejadian Penganiayaan Dengan Senjata Tajam di Kelurahan Tumatangtang

URC Totosik saat mengamankan pelaku bersama barang bukti.

TOMOHON, liputankawanua.com — Denny Lantang (31) warga Kelurahan Tumatangtang Lingkungan II dan, Dandi F Tulung (21) Warga Kelurahan Tumatangtang Lingkungan I, Kecamatan Tomohon Selatan, harus dilarikan ke RS Gunung Maria Tomohon, Rabu (25/12) 2019, sekira Pukul 01:30 Wita.

Pasalnya, kedua pemuda tersebut dianiaya, Vinsky Pinontooan, pemuda asal Kelurahan Tumatangtang Satu, lingkungan I dengan senjata tajam jenis parang di bagian kepala dan tangan.

Dari informasi yang dirangkum media ini, kejadian tersebut berawal ketika kedua korban bersama dua teman lainnya hendak makan di rumah Dandi F Tulung. “Saat kami mau melewati simpang empat di kompleks Gereja Syaloom Tumatangtang, kami melihat dua kendaraan bermotor (ranmor), satu berboncenga dua orang dan satu sendirian dari arah lansot,” beber Denny Lantang yang diketahui sebagai korban penganiayaan tersebut saat dikonfirmasi wartawan media ini.

Saat hendak berpapasan dengan korban bersama rekan-rekan, ketiga pemuda tersebut berbalik arah ke Kelurahan Lansot. “Tepat di depan Gereja Syaloom Tumatangtang, ketiga pemuda tersebut teriak-teriak membuat keributan,” ujarnya.

Saat itu juga, kedua korban bersama dua temannya menegur ketiga pemuda tersebut. “Kenapa teriak-teriak di depan Gereja. Ada apa?,” tanya dia bersama rekan-rekannya.

Ketiga pemuda tersebut tak mengindahkan teguran dari kedua korban bersama rekan-rekannya. Adu mulut pun terjadi saat itu. “Saya mendengar salah satu dari ketiga pemuda tersebut mengatakan tunggu disini kami akan kembali,” ungkapnya.

Sekira lima menit kemudian, lanjut Denny, datanglah pelaku bersama temannya memakai ranmor dan langsung parkir di depan rekannya Dandi F Tulung yang saat itu berada di depan ruko di kompleks Gereja Syaloom. “Saat itu juga pelaku langsung mengeluarkan parang dan menebas korban di bagian kepala. Dandi langsung melarikan diri usai ditebas pelaku,” terangnya.

“Saya yang berada di lokasi tersebut pun langsung di serang pelaku dengan parang. Meski sempat melakukan perlawanan, namum saya terkena tebasan parang oleh pelaku di bagian tangan kanan dan di belakang kepala,” bebernya.

Usai melakukan penganiayaan, pelaku langsung melarikan diri ke arah Kelurahan Lansot.

URC Totosik yang mendapat informasi kejadian tersebut langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP). “Ya, usai mendapatkan laporan kami langsung ke TKP, melakukan pengumpulan informasi mengenai pelaku dan langsung melakukan pencarian terhadap pelaku,” ungkap Katim Totosik Bripka Yanny Watung.

“Kami melakukan penyisiran di kelurahan Tumatangtang dan Lansot hingga pukul 05:00, namun belum berhasil mendapatkan pelaku,” ujarnya.

Namun pada hari, Kamis (26/12) 2019, Tim anti premanisme tersebut pun mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di salah satu rumah rekannya di Kelurahan Tumatangtang Satu. “Saat itu juga kami menuju ke lokasi dan mendapati pelaku tanpa perlawanan. Ketika kami melakukan interogasi, pelaku sempat berbohong bahwa dia melakukan penganiayaan dengan besi pagar,” kata Watung.

“Namun, setelah kami melakukan introgasi lanjut pelaku mengakui bahwa penganiayaan tersebut dilakukan dengan parang. Kamipun langsung mengamankan pelaku bersama barang bukti,” ucapnya.

Watung menambahkan bahwa, dari hasil interogasi terhadap pelaku, dia mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap kedua korban. “Saat ini pelaku sudah diserahkan ke pihak penyidik untuk dilakukan proses lanjutan,” bebernya.(***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top