Tomohon

Kasus Penipuan Tak Kunjung Selesai, Kinerja Polres Tomohon Dipertanyakan

Mapolres Tomohon.

TOMOHON, liputankawanua.com — Kinerja Polres Tomohon dinilai lambat menangani kasus penipuan yang menimpa Paulina warga Matani Tiga, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon Sulawesi Utara (Sulut).

Pasalnya, kasus yang dilaporkan sejak bulan Maret 2018 lalu, belum juga ada penyelesaian hingga saat ini.

Diketahui, pada kasus ini korban Paulina melaporkan salah seorang warga Matani Dua berinisial YM alias Yudi. Karena diduga telah melakukan penipuan terhadap korban, sehingga mengalami kerugian kurang lebih Rp500 juta. Korban mengaku merasa sangat dirugikan sehingga melaporkan Yudi ke Polres Tomohon untuk diproses secara hukum.

Meski sudah sempat ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polres, Yudi belum juga ditahan. “Menurut pihak Polres, mereka sudah tetapkan Yudi sebagai tersangka. Tapi kenapa belum juga ada penindakan lebih lanjut. Sebenarnya bagaimana sih prosesnya,” keluh Paulina, kepada sejumlah wartawan di Mapolres Tomohon, selasa (30/7) 2019.

DIDUGA BOHONG: Tampak tersangka Yudi (Tengah) terlihat masih melakukan pekerjaan pemasangan tenda.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh, pada Senin (29/7) 2019 lalu, tersangka Yudi akan dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. Namun, panggilan tidak bisa dipenuhi dengan alasan mengalami sakit disertai surat dokter. “Ini kan aneh, katanya sakit tapi sejak Senin sampai hari ini, saya lihat Yudi masih beraktifitas seperti biasa dan terlihat tidak sakit. Bahkan, masih melakukan pekerjaan pemasangan tenda,” geramnya.

Terkait penanganan kasus yang terkesan lambat ini, Aktivis Kota Tomohon, Sibayak Telah pun angkat bicara. Menurutnya, kasus penipuan merupakan masalah sepeleh bagi aparat penegak hukum untuk diselesaikan, dalam hal ini Polres Tomohon. “Saya rasa untuk kasus sekecil ini jika penanganannya mencapai hampir 1,5 tahun, kinerja Polres Tomohon harus dipertanyakan. Ada apa? Jangan-jangan ada permainan di dalam,” ucap Sibayak.

Sementara itu, Kapolres Tomohon AKBP Raswin Sirait mengaku bahwa untuk penanganan kasus penipuan seperti ini memang hanya masalah kecil. “Saya tanya dulu ke penyidik kalau penanganannya sudah sampai dimana. Kadang-kadang anggota saya kalau tidak di tanya, mereka juga tidak berikan informasi,” tukas Sirait.

Penulis: Terry Wagiu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top