Hukrim

Pesta Miras Berujung Pengeroyokan, 2 Warga Ranotongkor Dibekuk URC Totosik

URC Totosik mengamankan pelaku di Mapolres Tomohon.

TOMOHON, liputankawanua.com — Tindakan penganiayaan akibat mengkonsumsi minuman keras kembali terjadi di wilayah hukum Polres Tomohon. Kali ini, korban menimpa Jimry Muaya (27) warga Desa Ranotongkor, Kecamatan Tombariri.

Penganiayaan yang mengakibatkan luka sobek 5 jahitan di bagian leher korban tersebut, dilakukan oleh CP alias Copan (26) dan IP alias Ifan (22) warga Desa Ranotongkor.

Dari informasi, kejadian tersebut terjadi, Minggu (7/7) 2019 di warung milik keluarga Wisye-Wagey di Desa Ranotongkor. Kejadian itu berawal saat korban sedang pesta minuman keras (miras) bersama rekan-rekannya di warung tersebut.

Sementara miras, datang kedua pelaku bersama rekan-rekannya dan bergabung dengan korban untuk menikmati minuman. Suasana mabuk-mabukan di warung pun berjalan.

Asik miras, Covan yang sudah dipengaruhi miras tersebut tiba-tiba menumpahkan miras ke kepala Naldy Kotulus. Tak senang dengan kejadian itu, Jimry Muaya melepaskan pukulan ke Covan dan terjadi perkelahian antara keduanya.

Melihat temannya dipukul, Ifan sontak mengambil teko beling yang ada di meja dan langsung memukulkan ke kepala bagian belakang korban. Teko beling pecah dan mengenai bagian leher, sehingga menyebabkan luka sobek 5 jahitan di leher bagian kanan.

Kejadian itu pun dilaporkan korban Jimry Muaya ke Polres Tomohon, Senin (8/7) 2019. Menanggapi laporan tersebut, URC Totosik dipimpin langsung Kepala Tim (Katim) Bripka Yanny Watung, langsung bergerak ke Ranotongkor tempat pelaku penganiayaan tinggal.

Alhasil, kedua pelaku penganiayaan berhasil diringkus tim anti premanisme tersebut. “Yah, kedua pelaku yakni, CP dan IP berhasil kami amankan di Desa Ranotongkor,” beber Katim URC Totosik.

Sementara, Kapolres Tomohon, AKBP Raswin B Sirait S.Ik, SH, M.Si saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kedua pelaku sudah di amankan. Saat ini berada di Mapolres Tomohon untuk di proses,” tukas Sirait.

Penulis: Terry Wagiu.

1 Comment

1 Comment

  1. Trivena Pontoh

    August 4, 2019 at 6:58 am

    Mohon maaf sebelumnya.. saya adalah keluarga dari pelaku yg dinyatakan saat ini, menurut saksi dan pengakuan pelaku alur ceritanya bukan seperti ini, sudah diakui semua saksi.. jadi minta tolong memang mereka salah tapi kalau tulis berita itu berdasarkan fakta, bahkan laporan saja dari korban bukan seperti yang diakui oleh para saksi.. jangan hanya menulis laporan dari pengakuan korban.. meraka masih dalam proses semuanya, belum ada yang tahu mana yang benar dan salah, tapi yang harus didengar adalah berdasarkan fakta dan pengakuan saksi.. maaf sebelumnya, ini hanya masukan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top