Tomohon

Surat Panggilan Hanya Sebagai Surat Pemberitahuan, KPU Tomohon: Itu Bukan Penentu Untuk Memilih

Komisioner KPU Tomohon, Stenly Kowaas.

TOMOHON, liputankawanua.com — Komisioner KPU Tomohon kembali mengingatkan bahwa, formulir C6 atau surat panggilan bukan menjadi penentu bagi warga wajib pilih, apakah bisa memilih atau tidak pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak, 17 April 2019 ini.

Hal tersebut ditegaskan Komisioner KPU Tomohon, Stenly Kowaas SP, kepada wartawan media ini, Senin (15/4) 2019. Menurutnya, masih ada isu yang berkembang bahwa warga yang tidak memegang formulir C6, tidak bisa memberikan hak suaranya pada Pemilu 2019.

“Ini harus kami sampaikan kepada masyarakat, bahwa formulir C6 itu cuma sebagai pemberitahuan waktu dan tempat di mana dia sebenarnya harus menggunakan hak pilihnya,” tegas Kowaas.

Formulir C6, lanjut dia, memang membuktikan bahwa orang yang menerimanya terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Namun, kata dia, apabila pemilih tidak mendapatkan C6 sampai hari pemungutan suara, bukan berarti pemilih yang bersangkutan tidak terdaftar dalam DPT.

“Bisa jadi ketika undangan (formulir C6) itu disampaikan, orangnya tidak ada atau ada petugas yang nakal sehingga sengaja tidak memberikan pemberitahuan kepada warga pemilih. Untuk membuktikannya, datang saja ke TPS,” ujar mantan jurnalis tersebut.

Kowaas mengakui bahwa, ada masyarakat yang kurang paham dengan formulir C6 atau surat pemberitahuan tersebut. “Meskipun tidak menerima formulir C6, tetap bisa datang ke TPS dengan membawa kartu identitas atau e-KTP. Kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) kemudian akan mengeceknya,” tukas Kowaas.

Penulis: Terry Wagiu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top