Tomohon

Terkait Kasus Dugaan Penipuan 500 Juta, Kinerja Polres Tomohon Terus Dipertanyakan

Surat Laporan (kiri), SPDP (kanan).

TOMOHON, liputankawanua.com — Penyelesaian kasus penipuan yang dilaporkan Paulina warga Matani Tiga, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon Sulawesi Utara (Sulut) di Polres Tomohon terus dipertanyakan.

Proses penyelesaian kasus penipuan berbandrol Rp500 juta yang diduga dilakukan oleh YM alias Yudi, warga Matani Dua tersebut dinilai sangat lambat. Pasalnya, kasus yang sudah dilaporkan sejak Maret 2018 lalu, namun baru ada Surat Pemberitahuan Dalam Penyidikan (SPDP) ke pihak Kejari Tomohon pada 23 Juli 2019.

Hal tersebut pun mendapat tanggapan dari Pemerhati Masyarakat Kota Tomohon, Dani Tular. Dirinya mempertanyakan kinerja Polres Tomohon dalam memberikan kepastian hukum terhadap kasus tersebut.

Jika diselesaikan sesuai mekanisme, kata dia, harusnya kasus ini sudah selesai. “Kan laporan polisinya sudah sejak 2018 atau sudah setahun lebih. Maka, proses sudah bisa dimulai sejak adanya laporan itu, tapi ternyata baru di SPDP-kan Juli tahun 2019 ini. Apa sebenarnya penyebabnya. Kasihan juga kan korbannya,” beber Tular, Selasa (6/8) 2019.

BACA JUGA: Kasus Penipuan Tak Kunjung Selesai, Kinerja Polres Tomohon Dipertanyakan

“Masyarakat saat ini bingung. Jangan samapai, lama kelamaan kepercayaan masyarakat terhadap Polisi dalam hal ini Polres Tomohon hilang,” tegas Tular yang diketahui juga sebagai Ketua Lembaga Anti Korupsi Pemerhati Pembangunan Nasional (LAKP2 N) Kota Tomohon itu.

Diketahui, sebelumnya Kasat Reskrim AKP Ikhwan Syukri, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut. “Yah, sudah dikirim SPDP-nya pada 23 Juli. Sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Proses penyidikan masih berjalan untuk melakukan pemberkasan,” ujarnya.

Penulis: Terry Wagiu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top